Istidraj : pengertian ,Ciri - ciri serta Tips menghidari Istidraj

Istidraj : pengertian ,Ciri - ciri serta Tips menghindari Istidraj.
Istidraj Adalah sebuah jebakan kenikmatan atau kesenangan dunia yang diberikan Allah SWT, sedang Mereka jauh dari keimanan dan syariat Islam.
Istidraj secara bahasa diambil dari kata bahasa Arab da-ra-ja
yang artinya naik dari satu tingkatan ke tingkatan selanjutnya. Sementara istidraj dari Allah kepada hamba dipahami sebagai hukuman. Sederhana nya, istidraj adalah azab berupa kenikmatan.
Istidraj menurut Hadits Nabi
Dari Ubah bin Amir radhiallahu 'anhu, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

ﺇِﺫَﺍ ﺭَﺃَﻳْﺖَ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﺗَﻌَﺎﻟﻰ ﻳُﻌْﻄِﻲ ﺍﻟْﻌَﺒْﺪَ ﻣِﻦَ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ﻣَﺎ ﻳُﺤِﺐُّ ﻭَﻫُﻮَ ﻣُﻘِﻴﻢٌ ﻋَﻠَﻰ ﻣَﻌَﺎﺻِﻴﻪِ ﻓَﺈِﻧَّﻤَﺎ ﺫَﻟِﻚَ ﻣِﻨْﻪُ ﺍﺳْﺘِﺪْﺭَﺍﺝٌ
Artinya :
Apabila Anda melihat Allah memberikan kenikmatan dunia kepada seorang hamba, sementara dia masih bergelimang dengan maksiat, maka itu hakikatnya adalah istidraj dari Allah.
Istidraj juga bisa dikaikan Ketika seseorang diberi nikmat berupa rizki yang melimpah, kesenangan hidup, kesehatan yang terus menerus, panjang umur dan sebagainya.
Namun dengan nikmat tersebut dia semakin jauh dengan Allah SWT, maka bisa jadi itulah Istidraj yang akan semakin mendekatkan mereka dengan azab-Nya.
Allah Memberikan Istidraj kepada orang-orang kafir dan ahli maksiat.
Sebagaimana diterangankan dalam Al-Quran :

وَلَا يَحْسَبَنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنَّمَا نُمْلِي لَهُمْ خَيْرٌ لِّأَنفُسِهِمْ إِنَّمَا نُمْلِي لَهُمْ لِيَزْدَادُوا إِثْمًا وَلَهُمْ عَذَابٌ مُّهِينٌ

Artinya :
"Dan janganlah sekali-kali orang-orang kafir menyangka, bahwa pemberian tangguh Kami kepada mereka adalah lebih baik bagi mereka. Sesungguhnya Kami memberi tangguh kepada mereka hanyalah supaya bertambah-tambah dosa mereka; dan bagi mereka azab yang menghinakan.” (Ali ‘Imran: 178)

Istidraj juga diartikan suatu jebakan berupa kelapangan rezeki padahal yang diberi dalam keadaan terus menerus bermaksiat pada Allah.
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

ﺇِﺫَﺍ ﺭَﺃَﻳْﺖَ ﺍﻟﻠﻪَ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ ﻳُﻌْﻄِﻲ ﺍﻟْﻌَﺒْﺪَ ﻣِﻦَ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ﻣَﺎ ﻳُﺤِﺐُّ ﻭَﻫُﻮَ ﻣُﻘِﻴﻢٌ ﻋَﻠَﻰ ﻣَﻌَﺎﺻِﻴْﻪِ ﻓَﺈِﻧَّﻤَﺎ ﺫَﻟِﻚَ ﻣِﻨﻪُ ﺍﺳْﺘِﺪْﺭَﺍﺝٌ

"Bila kamu melihat Allah memberi pada hamba dari (perkara) dunia yang diinginkannya, padahal dia terus berada dalam kemaksiatan kepada-Nya, maka (ketahuilah) bahwa hal Itu Adalah Istidra (jebakan berupa nikmat yang disegerakan) dari Allah ." (HR. Ahmad).

Allah Ta’ala berfirman :

ﻓَﻠَﻤَّﺎ ﻧَﺴُﻮﺍ ﻣَﺎ ﺫُﻛِّﺮُﻭﺍ ﺑِﻪِ ﻓَﺘَﺤْﻨَﺎ ﻋَﻠَﻴْﻬِﻢْ ﺃَﺑْﻮَﺍﺏَ ﻛُﻞِّ ﺷَﻲْﺀٍ ﺣَﺘَّﻰ ﺇِﺫَﺍ ﻓَﺮِﺣُﻮﺍ ﺑِﻤَﺎ ﺃُﻭﺗُﻮﺍ ﺃَﺧَﺬْﻧَﺎﻫُﻢْ ﺑَﻐْﺘَﺔً ﻓَﺈِﺫَﺍ ﻫُﻢْ ﻣُﺒْﻠِﺴُﻮﻥَ

"Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa." (QS. Al An'am: 44).

Salah satu contoh Istidraj dalam Alquran yaitu Kisah Pemilik Kebun yang Diberi Nikmat yang Sebenarnya adalah Istidraj.
Disebutkan dalam surat Al Qalam :

١٧. ﺇِﻧَّﺎ ﺑَﻠَﻮْﻧَﺎﻫُﻢْ ﻛَﻤَﺎ ﺑَﻠَﻮْﻧَﺎ ﺃَﺻْﺤَﺎﺏَ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔِ ﺇِﺫْ ﺃَﻗْﺴَﻤُﻮﺍ ﻟَﻴَﺼْﺮِﻣُﻨَّﻬَﺎ ﻣُﺼْﺒِﺤِﻴﻦ
َ ١٨. ﻭَﻟَﺎ ﻳَﺴْﺘَﺜْﻨُﻮﻥَ ‏
١٩.  ﻓَﻄَﺎﻑَ ﻋَﻠَﻴْﻬَﺎ ﻃَﺎﺋِﻒٌ ﻣِﻦْ ﺭَﺑِّﻚَ ﻭَﻫُﻢْ ﻧَﺎﺋِﻤُﻮﻥَ ‏ ٢٠ ﻓَﺄَﺻْﺒَﺤَﺖْ ﻛَﺎﻟﺼَّﺮِﻳﻢِ
٢١.  ﻓَﺘَﻨَﺎﺩَﻭْﺍ ﻣُﺼْﺒِﺤِﻴﻦَ ‏
٢٢. ﺃَﻥِ ﺍﻏْﺪُﻭﺍ ﻋَﻠَﻰ ﺣَﺮْﺛِﻜُﻢْ ﺇِﻥْ ﻛُﻨْﺘُﻢْ ﺻَﺎﺭِﻣِﻴﻦ
َ ‏٢٣. ﻓَﺎﻧْﻄَﻠَﻘُﻮﺍ ﻭَﻫُﻢْ ﻳَﺘَﺨَﺎﻓَﺘُﻮﻥَ ‏
٢٤. ﺃَﻥْ ﻟَﺎ ﻳَﺪْﺧُﻠَﻨَّﻬَﺎ ﺍﻟْﻴَﻮْﻡَ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﻣِﺴْﻜِﻴﻦٌ
٢٥.  ﻭَﻏَﺪَﻭْﺍ ﻋَﻠَﻰ ﺣَﺮْﺩٍ ﻗَﺎﺩِﺭِﻳﻦَ ‏
٢٦. ﻓَﻠَﻤَّﺎ ﺭَﺃَﻭْﻫَﺎ ﻗَﺎﻟُﻮﺍ ﺇِﻧَّﺎ ﻟَﻀَﺎﻟُّﻮﻥَ ‏
٢٧. ﺑَﻞْ ﻧَﺤْﻦُ ﻣَﺤْﺮُﻭﻣُﻮﻥَ ‏
٢٨. ﻗَﺎﻝَ ﺃَﻭْﺳَﻄُﻬُﻢْ ﺃَﻟَﻢْ ﺃَﻗُﻞْ ﻟَﻜُﻢْ ﻟَﻮْﻟَﺎ ﺗُﺴَﺒِّﺤُﻮﻥَ ‏
٢٩.  ﻗَﺎﻟُﻮﺍ ﺳُﺒْﺤَﺎﻥَ ﺭَﺑِّﻨَﺎ ﺇِﻧَّﺎ ﻛُﻨَّﺎ ﻇَﺎﻟِﻤِﻴﻦَ
٣٠.  ﻓَﺄَﻗْﺒَﻞَ ﺑَﻌْﻀُﻬُﻢْ ﻋَﻠَﻰ ﺑَﻌْﺾٍ ﻳَﺘَﻠَﺎﻭَﻣُﻮﻥَ ‏
٣١.  ﻗَﺎﻟُﻮﺍ ﻳَﺎ ﻭَﻳْﻠَﻨَﺎ ﺇِﻧَّﺎ ﻛُﻨَّﺎ ﻃَﺎﻏِﻴﻦَ ‏
٣٢. ﻋَﺴَﻰ ﺭَﺑُّﻨَﺎ ﺃَﻥْ ﻳُﺒْﺪِﻟَﻨَﺎ ﺧَﻴْﺮًﺍ ﻣِﻨْﻬَﺎ ﺇِﻧَّﺎ ﺇِﻟَﻰ ﺭَﺑِّﻨَﺎ ﺭَﺍﻏِﺒُﻮﻥَ
 ٣٣. ﻛَﺬَﻟِﻚَ ﺍﻟْﻌَﺬَﺍﺏُ ﻭَﻟَﻌَﺬَﺍﺏُ ﺍﻟْﺂَﺧِﺮَﺓِ ﺃَﻛْﺒَﺮُ ﻟَﻮْ ﻛَﺎﻧُﻮﺍ ﻳَﻌْﻠَﻤُﻮﻥَ ‏.

Artinya :
17. Sesungguhnya Kami telah mencobai mereka (musyrikin Mekah) sebagaimana Kami telah mencobai pemilik-pemilik kebun, ketika mereka bersumpah bahwa mereka sungguh-sungguh akan memetik (hasil)-nya di pagi hari,
18. dan mereka tidak menyisihkan (hak fakir miskin),
19. lalu kebun itu diliputi malapetaka (yang datang) dari Rabbmu ketika mereka sedang tidur,
20. maka jadilah kebun itu hitam seperti malam yang gelap gulita.
21. lalu mereka panggil memanggil di pagi hari:
22. "Pergilah di waktu pagi (ini) ke kebunmu jika kamu hendak memetik buahnya."
23. Maka pergilah mereka saling berbisik-bisik.
24. "Pada hari ini janganlah ada seorang miskin pun masuk ke dalam kebunmu."
25. Dan berangkatlah mereka di pagi hari dengan niat menghalangi (orang-orang miskin) padahal mereka (menolongnya).
26. Tatkala mereka melihat kebun itu, mereka berkata: "Sesungguhnya kita benar-benar orang-orang yang sesat (jalan),
27. bahkan kita dihalangi (dari memperoleh hasilnya)
28. Berkatalah seorang yang paling baik pikirannya di antara mereka: "Bukankah aku telah mengatakan kepadamu, hendaklah kamu bertasbih (kepada Tuhanmu)
29. Mereka mengucapkan: "Maha Suci Rabb kami, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang zalim."
30. Lalu sebahagian mereka menghadapi sebahagian yang lain seraya cela mencela.
31. Mereka berkata: "Aduhai celakalah kita; sesungguhnya kita ini adalah orang-orang yang melampaui batas."
32. Mudah-mudahan Rabb kita memberikan ganti kepada kita dengan (kebun) yang lebih baik daripada itu; sesungguhnya kita mengharapkan ampunan dari Rabb kita.
33. Seperti itulah azab (dunia). Dan sesungguhnya azab akhirat lebih besar jika mereka mengetahui. (QS. Al Qalam: 17-33).
Kisah dalam Al quran di atas menunjukkan bagaimana gambaran akhir keadaan orang-orang yang mendustakan kebaikan, itu adalah istidraj.
Mereka telah diberi harta, anak, umur yang panjang serta berbagai nikmat yang mereka inginkan. Semua itu diberikan bukan karena mereka memang mulia. Namun diberikan sebagai bentuk istidraj tanpa mereka sadari.
Semoga segala nikmat yang Allah beri pada kita bukanlah istidraj.
Maka marilah kita berusaha menjauhi segala bentuk maksiat dengan jujur.
Semoga kita diberikan taufiq serta Hidayah dari Allah SWT, aamiin.
Istidraj memiliki ciri tersendiri, sebagai bahan introspeksi diri berikut ciri ciri seseorang yang mendapatkan Istidraj.

Ciri-Ciri Istidraj :

1. Istidraj digambarkan dengan semakin turunya keinginan beribadah kepada Allah, Namun Mendapatkan Kesenangan yang semakin Melimpah
Ibnu Athaillah berkata :
"Hendaklah engkau takut jika selalu mendapat karunia Allah, sementara engkau tetap dalam perbuatan maksiat kepada-Nya, jangan sampai karunia itu semata-mata istidraj oleh Allah"

2. Istidraj :gemar bermaksiat dan mendapatkan kesenangan berlimpah.

Ali Bin Abi Thalib r.a. berkata :
" Hai anak Adam ingat dan waspadalah bila kau lihat Tuhanmu terus menerus melimpahkan nikmat atas dirimu sementara engkau terus-menerus melakukan maksiat kepadaNya" (Balaghoh)

3. Istidraj :Memiliki sifat kikir dan bakhil ,Namun berlimpah Harta.
Ketika kita dihinggapi sifat kikir, tak pernah zakat, infak, shadaqah ataupun mengulurkan bantuan orang lain. Namun justru harta semakin melimpah ruah, ini afalah salah satu ciri Istidraj.

4. Istidraj : jarang Sakit
Sebuah Nikmat yang Allah Anugrahkan kepada Hambanya Adalah Nikmat Sehat.
Ketika seseorang diberi kenikmatan jarang sakit, namun gemar bermaksiat bisa jadi itu adalah istidraj.
Dalam kisah Raja Firaun, Firaun adalah orang yang tidak pernah merasakan sakit, bahkan bersin pun dia tidak pernah, hingga ia semakin bersombong diri.
Dari situ kita sebagai manusia, harus berkaca, melihat Apakah kenikmatan yang selama ini kita dapatkan adalah benar-benar nikmat dari Allah yang seharusnya membuat kita semakin dekat denganNya atau justru Istidraj yang akan membawa kita menuju azab dari Allah SWT .

Demikian tadi adalah ciri - ciri  Istidraj, semoga menjadi renungan kita agar bisa menghindar dari jebakan yang bernama istidraj.
Sedangkan jika ada kenikmatan dunia diberikan kepada orang mu'min, shalih, ahli ibadah, bukan orang kafir yang ahli maksiat, itu merupakan nikmat Allah yang disegerakan baginya di dunia, atau bisa juga sebagai ujian untuk meningkatkan derajatnya.
Wallahu 'alam.
Seperti yang telah ketahui bagaimana Istidraj akan mengantarkan kita pada Azab Allah SWT.
Maka berikut Tips Agar terhindar dari Istidraj.
Tips Agar Terhindar dari jebakan Istidraj :

Tips Pertama agar terhindar dari istidraj adalah Instrospeksi diri.
Melihat apakah segala perbuatan kita dalam koridor syari yang telah Allah tunjukan dalam Alquran sebagai pedoman hidup ?
Firman Allah :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِن تَتَّقُوا اللَّهَ يَجْعَل لَّكُمْ فُرْقَانًا وَيُكَفِّرْ عَنكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ وَاللَّهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيمِ

Artinya :
"Hai orang-orang beriman, jika kamu bertakwa kepada Allah, Kami akan memberikan kepadamu Furqaan. Dan kami akan jauhkan dirimu dari kesalahan-kesalahanmu, dan mengampuni (dosa-dosa)mu. Dan Allah mempunyai karunia yang besar." (QS. Al-Anfaal: 29)
Sebagai awal introspeksi diri.
Biasanya, saat kita mengingat perbuatan-perbuatan buruk yang pernah kita lakukan dimasa lampau,akan memunculkan perasaan menyesal.
Dan Ketika hati diingatkan untuk memohon ampun, maka itulah jembatan yang menyelamatkan diri dari arus istidraj.
baca :Kumpulan Obat Sakit Hati

Tips kedua agar terhindar dari Istidraj Adalah dengan selalu menjaga keimanan dan menjaga diri dari harta yang haram dengan demikian, maka Insya Allah Istidraj tidak akan menghampiri kita.

Tips Ke tiga agar terhindar dari istidraj yaitu dengan selalu berusah ikhlas dengan Apapun Nikmat Yang Allah berikan ,baik itu berupa rezeki , jodoh dan segala hal yang berkaitan dengan potensi datangnya Istidraj.
Baca :Pengertian dan manfaat muhasabah Diri
Demikian pembahasan tentang pengertian Istidraj ,ciri - ciri serta tips jitu menghindari istidraj, semoga bisa menjadi referensi dalam menjalani kehidupan sehari - hari.

0 Comments

Posting Komentar

Beri kami kritik dan saran dengan cara Berkomentar